Perkembangan teknologi
kedokteran hari ini begitu pesat dan semakin canggih. Walaupun demikian, hal
ini diimbangi dengan semakin banyaknya penyakit-penyakit baru yang bermunculan
dan semakin kompleks patofisiologinya. Meskipun teknologinya sudah maju,
kecanggihannya tidak mampu menjawab hal yang mendasar, yaitu mutu kesehatan
masyarakat dunia. Masyarakat dunia sekarang sangat rentan terhadap penyakit
apapun. Jika kita bandingkan masa sekarang dengan empat puluh tahun yang lalu,
penyakit-penyakit yang ada saat ini tidak banyak dijumpai dimasa itu. Sebut
saja, Kanker, Diabetes Mellitus, Strok, dan masih banyak lagi. Dengan demikian,
timbulah pertanyaan, mengapa dizaman sekarang yang teknologi kedokterannya kian
canggih susah menemukan orng sehat secara jasmani dan rohani?, mari kita
telusuri sebabnya.
Perubahan, perkembangan
IPTEK (ilmu pengethuan dan teknologi), dan kemajuan zaman telah mengubah pola
hidup manusia, khususnya di bidang kesehatan. Hal ini tidak dapat dipungkiri,
derasnya arus globalisasi semakin menambah kesibukan manusia. Ini lah yang
banyak membuat manusia kadang terlupa mengatur pola hidup yang baik dan
berkualitas. Pola hidup yang muncul sekarang adalah pola hidup yang instan,
terlebih itu dari makanan yang ia makan. Instan dari segi mendapatkannya,
mengolahnya, cepat sajinya, dan besar nilai kalorinya. Mungkin tidak banyak
yang tahu, bahwa makanan instan itu mengandung pengawet, pewarna, dan perasa
yang tanpa kita sadari telah meracuni tubuh kita.
Coba kita merenung
sejenak, bagaimana mungkin kita bisa meningkatkan kualitas kesehatan bila
makanan yang kita konsumsi itu adalah Junk
Food (makanan sampah). Pola makan ini sudah sejak kecil kita dapatkan. Makanan
ini memeng enak, tapi tidak menambah nutrisi bagi tubuh kita, malahan akan mengotori sistem tubuh
saja.
Oleh sebab itu, tidak
akan mungkin kita meningkatkan kualitas kesehatan, kalau kebutuhan tubuh kita
sendiri tidak kita pahami?, begitu pula, bagaimana mungkin kualitas kesehatan
kita akan semakin baik, jika para dokter, ilmuan, tokoh agama, dan semua
masyarakat sakit, akibat pola hidup yang demikian.
Hal penting yang mesti
kita sadari, bahwa kesehatan itu tidak bisa kita capai dengan hanya bergantung
kepada dokter dan obat-obatan. Hidup sehat akan dapat kita peroleh dengan
memberlakukan tubuh kita secara bijaksana dan memperhatikan norma-norma tubuh
secara menyeluruh. Norma-norma tubuh itu meliputi, fisik, mental, emosional,
dan spiritual.
Rasulullah saw.
bersabada: “Perut (lambung) adalah sumber segala penyakit”. Oleh karenanya,
mari kita mulai pola hidup baru dengan sebuah kesadaran, bahwa sesuap makanan
dan seteguk minuman yang masuk kedalam tubuh kita akan menentukan masa depan
kita selanjutnya. Maka tak perlu heran, jika ALLAH memperingatkan kita melalui
Al-Qur’an untuk mengkonsumsi sesuatu sesuai ukuran yang baik dan benar. Baik
dalam cara mendapatkannya, maupun kualitas materi makanan itu sendiri.
Maka dari itu WASPADALAH….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar